1

​Kepribadian unik kita akan membuat gaya trading forex yang diterapkan berbeda antara satu sama lain. Bagi pemula, memilih gaya trading yang sesuai memang tidak mudah, tetapi hal tersebut sangat diperlukan demi keberhasilan di masa mendatang. Apabila kamu seorang pemula dan belum menemukan gaya yang cocok dengan karaktermu, dua pilihan berikut bisa menjadi pertimbangan.


Follow Trend

Follow memiliki arti “mengikuti”, yang bisa diartikan ikut, menyusul, mengejar, atau menganut. Follow Trend adalah salah satu gaya trading yang paling banyak dipakai, baik oleh trader baru maupun berpengalaman. Ciri khas gaya trading ini adalah membuka order berupa pending stop.
Strategi maupun sistem para trader penyuka follow trend cenderung terfokus pada pergerakan market yang sedang trending.


Berikut tips-tips jitu berikut sebelum mulai menjadi Trend Follower :

1. Perhatikan grafik dan identifikasi ke arah mana harga bergerak.

Ketika uptrend terjadi, trader akan cenderung melakukan eksekusi beli, sedangkan saat downtrend, trader akan cenderung menjual. Pada saat tidak ada trend, trader disarankan untuk tidak trading. Namun bagi yang masih mencari peluang dalam kondisi sidewats, trader bisa membeli saat harga menyentuh Support dan menjual ketika harga berbalik dari Resistance.


2. Selalu analisa tren menggunakan indikator teknikal.

Indikator yang kamu pakai harus bisa menangkap sinyal tren yang jelas untuk memastikan bahwa kamu hanya trading searah trend. Jangan mencoba menangkap trend baru sejak awal, karena probabilitas keuntungannya masih rendah. Awasi pergerakan trend terlebih dahulu dan jangan terburu-buru melakukan eksekusi sampai kamu benar-benar yakin.


3. Yakinlah pada pengamatanmu sendiri dan jangan mudah mengikuti omongan orang lain.

Pada akhirnya, penyesalan datang belakangan. Kamu perlu menghilangkan kebiasaan mudah terpengaruh jika ingin menjadi trader yang sukses secara konsisten. Jay Norris, penulis buku “The Secret to Trading: Risk Tolerance Threshold Theory” berujar:

Saat melakukan trading yang mengikuti trend (trend following) sebaiknya tak perlu kelewat serius dalam menelaah analisis gejolak harga intraday yang berkaitan dengan rilis berita jangka pendek.

Sebaliknya, yakinlah bahwa di akhir hari atau di akhir minggu ini (tergantung timeframe trading Anda), pergerakan harga akan sesuai dengan trend yang sedang berlangsung.


4. Loss adalah hal wajar.

Hanya dengan mengikuti tren, semuanya terlihat mudah, sehingga kamu lupa tidak mempersiapkan diri menghadapi kegagalan. Untuk menghadapi masalah ini, kuncinya adalah move on dari kesalahan, terus belajar, dan pantang menyerah. Dalam hal ini, Jay Norris menyarankan agar trader belajar untuk melupakan posisi trading yang sudah dibuka. Jika order sebelumnya ternyata berjalan tidak sesuai harapan, maka trader perlu cut loss secepatnya dan ikhlas dengan kerugian yang didapat agar lebih cepat bangkit untuk mencari peluang baru.


5. Saat trading, jangan hanya terpaku pada satu prinsip strategi.

Banyak trader percaya bahwa cara paling umum dan penting adalah membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi. Mereka mencari waktu di mana pasar telah mencapai titik terendahnya, membeli, lalu menjualnya setelah harga naik. Pada dasarnya itu adalah ide yang bagus, tetapi secara pragmatis jauh lebih sulit dan kurang realistis.

Counter Trend

Counter memiliki arti “melawan”. Dalam hal trading forex, Counter Trend merujuk pada langkah trader mengantisipasi pembalikan harga dengan membuka posisi trading berlawanan dengan mayoritas market. Terlepas dari penyebab terjadinya pembalikan, biasanya trader yang sudah profesional dalam melakukan gaya trading Counter Trend sangat menyukai sideway dengan ciri memasang order pending limit.

Tipe seperti ini dikategorikan tidak mengikuti gaya tradisional, karena jelas-jelas trader bertrading melawan arus tren. Maka dari itu, jika salah prediksi, akan sangat berisiko.

Umumnya trader yang gemar melakukan gaya trading Counter Trend memiliki strategi maupun sistem trading yang difokuskan kepada mencari peluang pada pergerakan market yang sideway, atau pergerakan stagnan (dalam bentuk konsolidasi). Sedangkan teknik trading yang digunakan akan ditujukan untuk mencari titik pembalikan harga (reversal).

Menjadi Contrarian Trader

Contrarian Trader adalah trader pengguna Counter Trend. Mereka sengaja bertrading tanpa mengikuti tren; membeli ketika orang lain menjual dan menjual ketika mayoritas pelaku pasar membeli.

Dalam analisanya, Contrarian Trader memonitor sentimen pasar menggunakan indikator-indikator untuk menentukan posisi berlawanan dengan trend. Seorang Contrarian dapat menggunakan analisis fundamental atau teknikal untuk menentukan eksekusi order.

Contrarian percaya jika trader yang membeli di saat trend naik tidak memiliki kekuatan membeli jangka panjang. Pada tahap ini, mereka yakin jika pasar sudah mencapai atau mendekati puncak, sehingga peluang keuntungan yang pun telah menipis. Bagi Contrarian, mengambil sinyal pembalikan yang mungkin terjadi akan jauh lebih masuk akal karena mereka bisa “menunggangi” trend lebih awal.

Follow Trend Vs Counter Trend, Mana Yang Terbaik?

Mencari keuntungan dengan membaca trend dalam forex bisa dilakukan dengan dua cara: Counter Trend dan Follow Trend. Namun kedua gaya trading sama-sama memiliki karakter yang berbeda dan bisa dipakai pada kondisi pasar yang berbeda pula. Artinya, sebagai trader, Anda tak harus memilih salah satunya.
Bisa saja Anda memilih untuk menggunakan keduanya dalam aktivitas trading sehari-hari. Ketika Anda melihat ada indikasi perubahan trend dalam waktu dekat, maka sebaiknya Anda memanfaatkan Counter. Namun ketika market masih berjalan terus (breakout) tanpa ada pembalikan, ada baiknya Anda memutuskan untuk mengikuti pergerakan tersebut dengan memanfaatkan Follow Trend.

Keputusan mengikuti market atau melawan market, sama-sama baik. Yang perlu Anda perhatikan adalah kapan saat (timing) yang tepat untuk mengikuti atau melawan market. Kapan saat yang tepat inilah hal yang wajib Anda pelajari dan penting untuk dipahami. Dengan mengetahui waktu untuk bisa Counter maupun Follow Trend dengan tepat, maka membuat transaksi setidaknya aman dari yang namanya floating minus. Tapi semua tergantung pada style / gaya trading trader nya masing-masing. Beberapa trader ada yang menyukai Counter Trend saja, atau ada juga yang konsisten pada Follow Trend.

Sebagai trader pemula, gaya trading Follow Trend memang lebih disarankan karena menerapkan cara analisa harga yang lebih mudah dan tidak terlalu berisiko. Counter Trend biasanya lebih cocok bagi yang sudah berpengalaman dan menguasai betul strategi serta analisa reversal.


RECOMMENDATION FROM EXPERT :

Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.

Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.

CALL atau whatsapp dan cari FLO silahkan hubungi DISINI