1

Tidak ada satu orang pun yang memiliki penampilan dan sifat yang sama dengan yang lainnya. Bahkan, seorang kembaran pun bisa memiliki perbedaan sifat bukan?

Sama halnya dengan trading. Perbedaan karakter antara satu trader dengan trader lainnya akan membuat masing-masing orang memiliki gaya trading yang berbeda. Ada yang agresif keluar masuk pasar dalam waktu yang terbilang singkat, ada juga yang santai dan lebih memilih untuk mengamati pergerakan harga sebelum mengambil keputusan trading.

Nah, berikut ini 3 tipe trader yang umum kita temukan di pasar forex:

Scalping

Jika Anda adalah tipe orang yang suka tantangan, bisa bereaksi dengan cepat terhadap perubahan, serta tak keberatan berlama-lama di depan layar monitor, maka metode trading yang satu ini cocok untuk Anda! Ciri utama scalper adalah mereka tidak pernah lama-lama buka posisi. Umumnya mereka tahan posisi buy atau sell dalam hitungan menit atau detik saja.

Tujuan utama dari metode scalping adalah mendapatkan sedikit pip sesering mungkin. Jadi jangan heran kalau melihat seorang scalper yang sering keluar pasar setelah mendapatkan beberapa pip saja.

Kekurangan dari metode ini adalah dari segi spread. Dikarenakan anda sering keluar masuk pasar, maka Anda akan cukup sering dikenakan biaya spread. Namun, hal ini masih bisa diatasi dengan cara mengincari keuntungan sejumlah dua kali spread yang disyaratkan oleh broker anda. Jadi misalnya dikenakan spread sebanyak 2 USD, maka incarlah keuntungan paling tidak 4 USD agar ketika Anda tutup posisi saat masih bisa mendapatkan keuntungan.

Day trading

Metode trading yang satu ini bisa dibilang sebagai salah satu trading jangka pendek. Namun tidak seperti scalping, umumnya seorang day trader hanya trading sekali sehari dan menyudahi trading-nya saat penutupan salah satu sesi trading. Day trader tidak pernah menahan posisi trading sampai lebih dari satu hari hingga terkena swap.

Cara ini cocok buat Anda yang memiliki waktu untuk melakukan analisa, menjalankan trading, hingga memonitor jalannya trading tersebut. Jika Anda merasa bahwa pergerakan harga di metode scalping terlalu cepat, Anda mungkin cocok untuk mencoba metode trading yang satu ini.

Berikut ini tips-tips untuk Anda yang ingin mencoba metode day trading:

  • Perhatikan faktor fundamental. Sebelum trading, pastikan Anda melihat terlebih dahulu pair yang ingin ditradingkan.
  • Pastikan Anda punya waktu untuk memonitor trading. Monitoring trading yang sedang berjalan sangatlah penting di metode day trading.

Ada beberapa cara untuk menjalankan metode trading, yakni trading menggunakan lebih dari satu time frame, serta breakout trading.

Swing trading

Jika tidak bisa mengontrol jalannya trading di sela-sela pekerjaan utama seperti yang digunakan pada metode day trading, maka Anda bisa memilih untuk menggunakan metode swing trading. Inti dari metode ini adalah mengidentifikasi swing atau titik di mana harga berbalik arah.

Di titik inilah trader ambil posisi untuk mencari keuntungan. Sebagai contoh, dalam kondisi uptrend, BUY pada saat swing low. Anda juga bisa cari keuntungan di waktu uptrend saat harga sedang mengalami retracing. Berikut contoh dari swing low dan swing high.


Biasanya, para swing trader menahan posisinya lebih dari satu hari. Maka dari itu, banyak dari mereka melebarkan jarak stop loss-nya untuk mengantisipasi dinamisnya pergerakan harga yang terjadi di time frame yang lebih rendah.

Itu dia beberapa tipe trader yang ada di pasar forex. Bagaimana nih? Anda termasuk tipe trader yang mana nih? Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun pilihan metode mana yang terbaik dikembalikan pada Anda.

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.

Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.

CALL atau whatsapp dan cari FLO silahkan hubungi wa.me/6281280076618